Showing posts with label Family & Friends. Show all posts
Showing posts with label Family & Friends. Show all posts

Tuesday, May 23, 2017

Surat dari Anak Ragil

Assalamualaikum... Mama apa kabar?
Semoga senang ya kumpul kembali sama mas dan Papa, aku yakin mereka juga senang ketemu Mama.

Alhamdulillah aktivitas rumah sudah kembali normal setelah sebulan nggak ada Mama.
Awalnya memang terasa sangat berat untuk kami, but life must go on, right?

Aku & mbak lebih sering memasak sekarang, mencoba mengingat-ingat resep dan rasa dari masakan Indonesia buatan Mama. Ternyata kami nggak tahu apa-apa tentang masakan Indonesia dan lebih sering googling resep.
Dan rasanya... Yaahhh not bad lah, meskipun kadang kami kelupaan sesuatu atau melakukan kesalahan hehehe.
Kalau ada Mama pasti kami sudah diomelin karena jarang masak makanan Indonesia.
Tapi aku tau mama yakin kalau putri-putrinya bisa masak, karena kami putrimu!
Yup, kami terbiasa dengan segala masakan mama. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk terbiasa di dapur.
Mungkin sekarang saat yang tepat, apalagi satu bulan lagi Arzan mulai MPASI and I can't share it with you.*cry

Arzan juga sehat-sehat ma, terakhir imunisasi tanggal 5 lalu, suhu badannya sempat naik seperti biasa, but he's fine.
Timbangannya pun selalu bertambah, sekarang aku nggak khawatir mama keberatan nggendong Arzan.
But I'm sure he miss your lullaby a lot.

I'm thinking, Can I be a good housewife just like you? I miss you a lot...

Salam,
Anak Ragil

Monday, August 1, 2016

Sabtu (terakhir) Bersama Bapak

Saya belum pernah membaca novel Sabtu Bersama Bapak karangan Aditya Mulya, menonton filmnya juga belum. Sebenarnya libur lebaran lalu ada keinginan untuk pergi ke bioskop dan menonton filmnya, tapi karena jadwal unjung-unjung sanak saudara yang padat serta perasaan mual karena hamil muda membuat saya menyampingkan keinginan saya. Dan pada akhirnya takdir menuliskan untuk saya cerita lain yaitu Sabtu (terakhir) Bersama Bapak.

Sabtu sore tanggal 23 Juli 2016, saya melangkahkan kaki saya dengan berhati-hati di atas tanah basah, melewati nisan demi nisan milik penghuni makam yang sudah mendahului. Dengan perut yang mulai membesar, mata merah dan basah, saya mencoba untuk tegar dan tenang karena saya ingin mengantarkan bapak untuk terakhir kalinya di peristirahatannya, setelah bapak menunaikan kewajibannya mengantarkan saya sekolah jenjang demi jenjang, hingga yang terakhir mengantarkan saya di pelaminan kepada pria yang menjadi suami saya saat ini. Saat saya sendiri ragu, beliau yang memantapkan hati saya.

Terima kasih untuk semua kerja keras, pengorbanan, dan dedikasimu untuk keluarga. Terima kasih telah mengizinkan anak-anakmu untuk merawatmu di detik-detik terakhir hidupmu. Maafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan kami. Semoga engkau bahagia di tempat barumu. I love you and proud to be your daughter.