Showing posts with label Beauty & Health. Show all posts
Showing posts with label Beauty & Health. Show all posts

Saturday, October 19, 2019

Pengalaman Kuret (lagi)

Hello, sudah lama sekali saya nggak bersentuhan dengan blog ini. Bener aja setengah jam pertama mau tulis postingan baru saya awali dengan login, iya login doang. Dan mulai menyesuaikan lagi dengan keyboard laptop, karena setelah saya resign sudah 2 tahun juaraang banget pegang komputer terutama untuk mengetik. Yes, I've been resigned from my latest job and officially a housewife now.

Tapi di postingan ini saya nggak akan cerita tentang keputusan resign, jadi ibu rumah tangga, and so on. Karena biasa aja, banyak yang begitu kayaknya ya. Saya mau posting tentang pengalaman saya kuret (lagi), iya lagi karena memang sebelumnya sudah pernah merasakan dan saya tulis juga di blog sebelumnya

Jadi waktu itu saya telat haid di bulan September, biasanya awal bulan udah keluar dan teratur. Akhirnya coba test pack dan hasilnya positif, tapi karena ingat-ingat sama obgyn pas hamil pertama dulu kalau belum usg dan ketahuan detaknya jadi masih harap-harap cemas.

Awal-awal saya bingung nih mau memutuskan obgyn dan usg dimana, karena sudah nggak sebebas dulu waktu belum punya anak, dan saya maunya yang prakteknya nggak kemalaman. Singkat cerita saya ke RSIA dekat rumah, yang nyaman ada mini playground jadi anak nggak bosen kalau nunggu. 

Sebelum USG pertama tanggal 17 September, saya masih merasa sehat bugar, nggak mual, muntah, dan bisa beraktivitas biasa. Pas USG dinyatakan hamil 5 minggu dan disuruh control lagi tanggal 2 Oktober tapi sebelum USG ke-2 sudah mulai keluar flek sedikit, mulai mual, muntah dan males-malesan :(  

Setelah USG ke-2 ternyata ukuran kantong kehamilan masih tetap 5 minggu dan nggak nambah tapi dokternya masih suruh balik minggu depan lagi untuk control tapi feelingku udah nggak enak dan memutuskan cari second opinion dan pilihannya jatuh ke obgyn yang pernah kuret saya dulu di Rumah Sakit Pura Raharja (RSPR). Dan waktu USG ke-tiga ini obgyn langsung menyatakan saya BO lagi dan suruh cari rujukan BPJS untuk segera kuret besok paginya. Dalam hati cuma pengen yang terbaik dan ternyata dikasih jalan cepat banget.

Malam sebelum kuret sudah ke UGD RSPR dan rumah sakit ini sekarang udah di renovasi jadi agak beda waktu saya pertama kali ke situ. Kalau dulu berangkat ke RS pagi dan langsung ke kamar bersalin dan mulai tindakan jam 9 di kamar bersalin juga, siang siuman dan sore setelah ashar boleh pulang. Tapi sekarang jadinya lebih sering transfer antar ruangan. Setelah dari UGD menuju ke kamar bersalin untuk cek pembukaan dll, kali ini saya nggak dikasih obat sama sekali dan nggak merasakan mules, sakit perut dll, cuma flek yang keluar tambah lama tambah banyak. 

Selama di ruang bersalin sempat terharu karena barengan dengan lahiran bayi-bayi di bed sebelah, Masya Allah saya percaya banyak malaikat turun untuk mendoakan. Dan saya juga percaya apa yang saya alami ini memang sudah jalan terbaik dari-Nya dan semoga digantikan dengan yang lebih baik, sehat, dan kuat. Aamiin...

Jam 4 subuh diberi obat lewat vagina, dan jam 7 dibawa ke ruang operasi. Yep, akhirnya saya merasakan ruang operasi untuk pertama (dan semoga menjadi terakhir) kalinya. Alhamdulillah semua berjalan lancar, sekitar jam 10 saya mulai siuman di Ruang Pemulihan dan mual, muntah karena efek obat bius. Selanjutnya dibawa ke Ruang Rawat Inap dan boleh pulang dari Rumah Sakit sekitar jam 5 sore.

Alhamdulillah seminggu kemudian control dan sudah bersih, masih ngeflek sedikit dan wajar aja kata obgynnya.

Monday, October 31, 2016

Pengalaman Senam Hamil

Setelah mereview beberapa tempat untuk senam hamil di Surabaya di postingan saya sebelumnya, alhamdulillah saya sudah mulai kegiatan tsb. Awalnya niat di RSIA Kendangsari tapi waktu telpon ternyata sudah penuh, akhirnya mau ke RSIA Putri aja tapi karena jadwalnya yang nanggung, saya kesiangan, hehehe.

Dan saya mulai hunting lagi minggu depannya, daftar lagi di RSIA Kendangsari dapat jadwal hari Minggu jam 8 pagi, ternyata ada juga jadwal hari Minggu, di website cuma tertulis jadwal Rabu & Sabtu. Mulailah saya senam hamil di RSIA Kendangsari.

Waktu Minggu pagi, cuaca udah mendung banget, pas mau berangkat udah mulai gerimis, enak banget buat tiduran di rumah tapi saya nggak mau nunda-nunda lagi dong senam hamilnya, akhirnya berangkat dan sampai parkirannya langsung deres, mana lupa nggak bawa payung, untung nggak jauh sih jarak parkiran ke dalam, tinggal lari (hati-hati) aja.

Sampai di dalam peserta registrasi dulu sambil nimbang berat badan dan ukur tensi, setelah semua siap, mulailah senamnya. Di sini suami nggak ikut masuk ya, cuma nungguin di depan ruangan aja dan bayar biaya senam.  Kuota 20 orang tapi sepertinya peserta yang datang nggak sampai segitu, mungkin karena hjan juga ya.

Untuk metode senam menggunakan metode Senam Hamil Yophytta, jadi tahap awal relaksasi duduk bersila sambil memejamkan mata dan dikasih masukan-masukan positif dari instrukturnya sambil mengatur nafas yang baik dan benar, lalu dilanjutkan gerakan-gerakan peregangan anggota badan seperti leher, bahu, betis, tangan, kaki, dsb. Dan ditutup oleh relaksasi juga dengan posisi tiduran. Dengan cuaca dingin karena di luar masih hujan dan penerangan yang remang-remang tentunya saya sukses tertidur.

Minggu depannya saya senam lagi dan kebagian hari Sabtu, metodenya masih sama tapi untuk Sabtu ini pesertanya lebih banyak dari Minggu lalu, bedanya yang barusan ini setelah relaksasi terakhir ada bidan yang memeriksa detak jantung janin bergantian dan bisa konsultasi dikit-dikit lah ya, dan keluar ruangan dapat sample susu maternity.

Untuk biaya masih sama dengan postingan saya sebelumnya yaitu 100.000 dapat 4x sesi dengan fasilitas yang saya sebutkan sebelumnya dan air mineral plus 1 kotak snack.

Semoga ikhtiar saya dengan mengikuti senam hamil dapat bermanfaat di kemudian hari terutama pada saat persalinan saya. Aminn...

Friday, October 14, 2016

29W : Hunting Senam Hamil

Mood saya untuk menulis di blog memang sedang turun, salah satu penyebabnya adalah... entah kenapa waktu saya mau merapikan blog dengan menyamakan font, tiba-tiba salah satu postingan saya tentang art & paint ketumpuk oleh postingan lain dan menyebabkan postingan itu kehapus. Kalau sekarang disuruh nulis lagi sedang nggak minat, gara-gara hamil jadinya nggak sempat melakukan hobby art juga, ya sudahlah ya...

Kabar baru dari saya adalah I'm officially 29 weeks pregnant now! Atau 7 bulan lebihlah.. Gerakan janin lebih heboh dari sebelumnya. Kalau sebelumnya cuma berasa getaran-getaran kecil, sekarang sudah mulai berasa tendangan dan sikutan kecil yang bikin saya jadi geli-geli gimana gitu. Waktu tidur juga sering kebangun gara-gara beser atau kram di betis.

Karena sudah 7 bulan dan nafas kadang juga mulai terasa pendek-pendek saya mulai olahraga, saran obgyn saya adalah jalan kaki, renang dan senam hamil. Untuk renang saya sudah mulai waktu hamil 6 bulan meskipun belum rutin, tergantung ada yang nganter apa nggak. Untuk jalan pagi. terus terang belum pernah meniatkan diri untuk jalan pagi keluar atau sekitar kompleks aja, karena agak malas nyiapin baju olah raga sama sepatunya, kebetulan t-shirt saya buat olah raga juga sudah banyak yang nggak muat, akhirnya saya ganti dengan sepeda statis yang saya mulai pagi ini (baru sehari bangga :p). Kebetulan di rumah ada sepeda statis, jadinya pagi-pagi bisa sepedaan masih pakai piyama sambil pakai headset dengar musik dari HP. Lumayanlah jadi nggak berasa capek. Untuk sepeda statis sendiri tergolong olahraga yang aman untuk ibu hamil, karena minimnya resiko terjatuh bila dibandingkan dengan bersepeda di jalan.

Untuk senam hamil ini baru akan saya mulai besok, setelah telepon beberapa Rumah Sakit yang sekiranya mudah dijangkau oleh saya dan di Surabaya ini yang menyediakan kelas senam hamil, maka ini hasilnya :

1. RSIA Kendangsari
Rumah Sakit ini direkomendasikan beberapa teman saya yang saat ini sudah melahirkan, sayangnya waktu saya telpon sudah penuh, bilangnya bisa daftar kalau ada yang kosong, nah.. bagaimna saya bisa tahu kalau ada yang kosong? Mungkin kita harus rajin-rajin nelpon.

Jadwal : Rabu, Sabtu & Minggu jam 9 pagi
Biaya : 30.000/1x sesi atau 100.000/4x sesi, daftar dulu via telpon.

2. RSIA Putri
Waktu saya telpon yang angkat telpon ramah banget, ups.. fokus. Di sini untuk daftar nggak perlu telpon dulu, langsung datang aja sebelum jadwal senam, tapi baca-baca review kalau telat daftar dan kuota penuh ya goodbye

Jadwal : Sabtu jam 10.30
Biaya : 25.000/1x sesi, langsung datang tidak perlu telpon

3. RSIA Lombok Dua Dua (Jl. Flores)
Untuk RSIA Lombok ada dua lokasi, Jl. Lontar & Jl. Flores tapi karena Jl. Lontar jauh banget dari rumah saya, saya cuma telpon yang di Flores.

Jadwal : Minggu jam 8 & jam 11
Biaya : 30.000/1x sesi, daftar dulu via telpon

4. RS Husada Utama
RS ini sebenarnya dekat sekali sama rumah saya, karena itu saya coba telpon, dan ini rinciannya :
Jadwal : Sabtu jam 8 pagi
Biaya : 40.000/1x sesi, langsung datang ke lt. 4

Untuk tiap Rumah Sakit mungkin beda-beda ya metode dan fasilitas yang didapat, saya sendiri belum tahu. Rumah Sakit mana yang akan saya pilih untuk senam hamil? Atau haruskah saya coba satu persatu?
Tunggu postingan saya selanjutnya.

To be continued...




Monday, August 15, 2016

Half way to go

Maksud dari half way to go dari judul di atas adalah tentunya dari My Pregnancy Journey, half way lebih sih sebenarnya... Baru control ke obgyn dan USG. Alhamdulillah semuanya normal. Waktu periksa kemarin janin di kandungan udah berusia 20 minggu dan HPL nya sekitar akhir tahun.. Amiinn

Let me share a little about my obgyn. Jadi ini kunjungan ke dua ku ke dr. Dewi Arofah di RSI Jemursari. So far aku merasa nyaman sama dr. Dewi, semuanya dijelasin kalau pas sedang USG, mulai dari ukuran panjang janinku saat ini dan dijelasin juga ukuran normalnya berapa, perhitungan detak jantung janin, lingkar kepala, berat, tulang & organ dalam yang telah terbentuk, panca indera, anggota tubuh, berat badan yang harus dicapai pada bulan berikutnya, dan lainnya, komplit dah pokoknya. Tapi nggak terkesan cerewet, dr. Dewi kalau sedang menjelaskan tone suaranya lemah lembut, jadi adem deh hehehe.. dan nggak terkesan terburu-buru juga.

Sekilas perkembangan di trimester ke-tiga ini adalah :
1. Perubahan fisik yang drastis
Beberapa baju dan celana mulai nggak muat, mau belanja baju hamil tapi rada males keluar rumah, mungkin harus bongkar-bongkar lemari mama siapa tahu ada baju besar yang bisa dimanfaatkan, hehehe
Ini juga satu kantor kayaknya udah mulai tahu, soalnya aku juga udah mulai nggak pakai seragam lagi karena udah nggak muat terutama di bagian perut. Terus aku kerja pakai baju apa dong? baju hamil? Nggak juga sih, aku masih pakai beberapa kemejaku yang msih muat dan layak buat dipakai kerja, untungnya selama ini aku lebih suka beli kemeja yang loose/longgar, jadi di usia kandungan 5 bulan ini sementara masih aman lah.

2. Berkurangnya rasa mual
Rasa mual dan muntah memang jauuuuhhhhh berkurang, alhamdulillah juga udah nggak pernah sampai jackpot lagi, tapi ada kalanya di saat saya merasa lapar atau kekenyangan maka rasa mual itu muncul lagi, jadi harus pintar-pintar ngatur pola makan.

3. Tidak bisa mengontrol pipis
Ini sering dialami sama ibu hamil, akibat kandung kemih yang mulai terdesak oleh rahim menyebabkan kadar air kencing yang bisa ditampung jadi berkurang, akibatnya dikit-dikit jadi kebelet pipis, meskipun yang keluar hanya sedikit. Aku sendiri merasakan itu, apalagi saat aku batuk, bersin, atau muntah sering keluar nggak terkontrol, jadinya kalau keluar rumah harus siap-siap celana dalam bersih.

4. Hidung Tersumbat
Mungkin beda-beda ya anatara bumil satu dan lainnya tapi sejak memasuki trimester ke dua ini jadi sering flu dan hidung tersumbat, sempat dikasih obat fluimucyl yang aku minum 3 hari, udah enakan tapi karena harus bolak balik ke rumah sakit karena waktu itu mama saya sempat opnam untuk pengobatan jadinya hidung tersumbat kambuh lagi.

Sepertinya baru itu aja sih yang aku rasain, oiya selain itu perut juga terasa kaku, mungkin karena ketarik akibat berkembangnya janin.
Untuk pregnancy picture belum ada, karena jadi malas & kurang suka difoto.

Friday, July 15, 2016

16 weeks and still counting

Assalamualaikum...
Akhirnya saya memaksakan diri saya untuk menulis, padahal sebenarnya banyak hal yang mau diceritakan tapi karena saya sedang masa all day sickness jadi nggak mood ngapa-ngapain. Yep, I'm pregnant... 16 weeks now and still counting. Kenapa "all day sickness" karena saya merasa mual nggak cuma pagi , tapi juga siang, sore, malam, terutama saya merasa parah-parahnya mual seringnya waktu sore hari. Jadi lebih cocok dinamakan All Day Sickness ya...

Setelah pengalaman kurang menyenangkan kemarin (baca disini), sama obgyn saya setelah 3 bulan kalau belum hamil dan ingin promil lagi disuruh balik, tapi karena saya malas & lelah, saya tunda dulu, alhamdulillah 5 bulan kemudian bisa alami.

Untuk kehamilan sekarang memang beda dengan kehamilan sebelumnya, kalau dulu nggak terlalu merasakan mual, sekarang... sering, jackpot juga kadang. Mungkin kondisi kehamilan dulu yang BO, kalau sekarang, alhamdulillah di usia kehamilan 6 minggu udah kedengaran detak jantung janin. Dulu saya masih doyan makan apa aja, sekarang saya suka eneg sama makanan berlemak, tahu, susu, sayur tertentu, dan mie ayam. Yep, my all time favorite food adalah mie ayam dan entah kenapa saya sekarang nggak doyan. Kadang pas makan nggak mual tapi setengah jam kemudian bisa lari ke kamar mandi.
Sempat minta obat anti mual sama obgyn tapi setelah minum obat itu, rasanya kepala jadi berat banget dan bisa langsung pules tidur. Malah pernah saya minum waktu libur pas sahur setelah itu seharian saya tidur, jadinya jarang banget saya minumnya

Selain itu saya juga lebih berhati-hati menceritakan kehamilan saya pada orang lain, sebenarnya termasuk keluarga di rumah, maksud saya ceritanya kalau udah jelas ada detak jantungnya aja tapi udah kecium duluan kayaknya. Di kantor sendiri hanya segelintir orang yang tahu, pikir saya sih kalau di kantor mah nggak usah dikasih tau ntar juga tau-tau sendiri.

Untuk kehamilan sekarang saya juga menjalankan puasa Ramadhan, awalnya sempat ragu mau puasa atau nggak, tapi setelah konsultasi dokter dan nanya-nanya ke teman-teman, bismillah saya puasa. Tapi tetap nggak saya paksakan, kalau di awal udah merasa nggak enak dan muntah-muntah ya nggak saya lanjutin puasanya. Alhamdulillah cuma bolong 3 hari.

Kali ini saya juga bersyukur karena lebaran nggak perlu mudik, suami juga begitu, jadinya kita unjung-unjung dalam kota aja. Sebelumnya saya pengen banget ngerasain mudik, waktu kecil masih sering mudik ke Malang sama Madiun, tapi karena sekarang papa yang tertua jadi saudara Malang yang datang ke Surabaya, sedangkan di Madiun kebanyakan sudah pada pindah ke Surabaya. Tapi meskipun nggak mudik, ternyata capek juga sampai flu dan batuk, mungkin selain kecapekan juga kurang jaga makanan, well in Raya Day every foods and beverages is so tempting right?

Banyak dengar cerita dari teman-teman tentang resiko puasa saat hamil, apalagi bisa dibilang usia kandungan saya masih baru masuk trimester pertama, mulai dari dehidrasi, kekurangan nutrisi, sampai air ketuban kering. Memang ada kekhawatiran, soalnya saya merasa susah minum air putih apalagi susu, cuma saya harus pintar-pintar ngaturnya seperti bawa tumbler kemana-mana termasuk di rumah, jadi kalau dirasa mulut agak enakan bisa langsung minum. Memperbanyak buah, terutama buah berair karena menurut saya jadi tambah seger. Dan kalau susah minum susu bisa konsumsi produk olahannya seperti keju atau es krim.

Dan setelah lebaran mulai periksa kandungan lagi, alhamdulillah sejauh ini kata dokter semua sehat dan baik. Usia janin udah masuk 16 minggu, air ketuban cukup, berat normal, detak jantung juga normal & teratur, malah waktu itu sempat lihat tangannya gerak-gerak. Masya Allah... rasanya antara senang, terharu, gimana gitu. Semoga bisa terus menjaga titipan dari Allah ini hingga lahir dengan sehat & selamat. Amiinn...

Monday, May 9, 2016

Meiso Reflexology dari Samsung Galaxy Gift

Dua minggu lalu, saya dapat voucher dari Samsung Galaxy Gift. Bagi pengguna hp & tab Samsung Galaxy terutama untuk tipe baru pasti sudah nggak asing lagi sama Galaxy Gift ini, tapi saya tidak akan bahas itu sekarang, mungkin suatu saat di postingan tersendiri. Intinya saya baru dapat voucher Meiso Reflexology dari Samsung Galaxy Gift. Awalnya saya sendiri belum pernah dengar Meiso, tapi karena saya sudah lama nggak pijat dan melihat foto promo ada dua orang wanita cantik tersenyum bahagia, nggak ada salahnya kan nyoba gratisan...
Gambar promo Meiso Reflexology dari Galaxy Gift


Saya sebenarnya termasuk penggemar pijat, waktu kecil saya sering sih dipijat oleh seorang nenek tukang pijat langganan keluarga, tapi untuk reflexy saya belum pernah. Yang pernah saya coba akhir-akhir ini ya pijat alternatif waktu kaki saya terkilir, hehehe.. Kalau itu mah pijat sakit jejeritan ya...


Untuk lokasi Meiso terdekat dari rumah saya ada di Tunjungan Plaza 4 lt. 4, bagus lah bisa sekalian cuci mata. Saya telpon dulu booking untuk jam 1 siang, ternyata sampai sana masih sepi. Masuk ke counter disambut pencahayaan remang-remang dengan alunan musik yang cocok banget buat relaksasi, tapi jangan salah dengan remang-remang ya, aku mikirnya sih kalau penerangannya lebih terang lagi, bakal kelihatan banget dari luar secara counternya pintu kaca yang kelihatan dari luar, lagipula kalau terlalu terang malah kurang rileks.


Buat yang berhijab seperti saya juga nggak perlu khawatir, karena terapisnya bisa milih perempuan dan yang dipijat juga nggak perlu buka baju meskipun kita minta dipijat full body, iya full body. Awalnya saya pikir reflexy itu hanya untuk kaki saja, ternyata ditawarin sama terapisnya untuk pijat full body. Ya, saya nggak nolak lah...


Untuk perawatan bisa milih durasi ; 1 jam, 1.5 jam, dan 2 jam. Karena voucher gratisan saya untuk durasi 1 jam ya pilih yang 1 jam, lagipula saya rasa udah cukup ya refleksi 1 jam. Perawatan diawali dengan kaki saya direndam di bak air hangat selama kurang lebih 1 menit, trus mulai dipijat telapak kaki saya, waktu mijat sempat dikasih bedak talc, enak sih jadinya nggak lengket seperti kalau pakai minyak atau lotion. Terus lanjut ke bagian tangan, waktu itu jadi ingat kalau creambath di salon biasanya juga dipijat bagian tangan sama bahu, tapi karena saya sudah lama nggak creambath di salon karena takut rambut malah rontok jadinya saya senang-senang aja dipijat di bagian situ.


Setelah dari tangan lanjut ke punggung, waktu pijat punggung, kursi nya bisa diatur posisi sandarannya jadi rata, semacam kursi malas yang di pinggir pantai atau kolam renang untuk berjemur, tapi ini empuk dan nyaman banget. Jadi saya pijat dengan posisi telungkup, dan terakhir saya posisi duduk dipijat kepalanya. Last but not least saya ditawarin secangkir jahe hangat dan lagi-lagi saya nggak nolak. *Nyengir kuda



Posisi-posisi saya waktu lagi dipijat, serasa di surga....

Saya sendiri kalau dipijat nggak suka yang terlalu keras dan sebagai orang awam yang belum pernah pijat refleksi sebelumnya, menurut saya refleksi di Meiso ini enak banget, ditambah pelayanan  jahe hangatnya, apalagi gratisan dari Samsung Galaxy Gift.

Thursday, January 21, 2016

Pengalaman Kuret




Nggak pernah mbayangin hal ini sebelumnya terjadi sama saya, tapi semoga pengalaman ini membuat saya jadi lebih sabar & takwa kepadaNya. Jadi setelah diagnosa BO(Blighted Ovum) di kandungan saya yang sekitar 8 minggu (ya my journey to first pregnancy a bit sad), waktu itu saya periksa di dr. Freddy RS Lombok, dan saya iya-in aja mau kuret di RS tsb pas hari Sabtu biar agak longgar.

Waktu mau berangkat ada saran dari teman disuruh telpon tanya biaya dulu, nah.. baru kepikiran tuh, kok nggak nanya dari awal tapi ya udahlah saya nyoba telpon, dan.... hasilnya saya agak shock, karena biayanya lumayan berat buat saya.

Akhirnya saya urungkan niat  berangkat, dan browsing-browsing ternyata penanganan kuret termasuk yang di cover oleh BPJS. Setelah itu saya cari second opinion ke dokter Harris Armadhi dengan diagnosa hasil USG yang sama seperti sebelumnya, saya juga disarankan segera kuret. Untungnya dokter yang sekarang bisa menggunakan fasilitas BPJS di RS Pura Raharja. Dokter itu rekomendasi dari salah satu saudara saya waktu menyarankan promil.

Selanjutnya saya janjian jadwal hari Kamis 26 November 2015, disuruh cari rujukan dulu ke faskes pertama BPJS ke RS Pura dan saya juga dikasih obat yang harus dimasukkan lewat Mrs. V tengah malam sebelum operasi karena reaksinya 6 jam kemudian dan disuruh puasa minimal 4 jam sebelum operasi kuret biar nggak mual kena bius. Aku tanya dokter bius total atau lokal, waktu itu aku dengarnya total, tapi pas pulang ke rumah dibahas sama Bang Il dengarnya lokal, lah yang bener yang mana to? Trus nanya perlu nginep nggak, dibilangnya nggak perlu cuma kalau pakai BPJS minimal istirahat di RS selama 6 jam.

Anjuran-anjuran tersebut saya laksanakan satu persatu. Cari rujukan alhamdulillah lancar, cuma mbayangin masukkan obat ke Mrs. V karena belum pernah dan baru pertama kali jadinya sempat kebawa mimpi yang obatnya nggak bisa masuk lah, habis dimasukkan keluar lagi lah hehehe, tegang juga mungkin, tapi pas hari eksekusi alhamdulillah lancar. Rabu malam pasang alarm 2 kali, jam 12 malam utuk masukkan obat dan jam 4 pagi buat persiapan sebelum puasa. Jam 12 malam lancar, jam 4 pagi bangun mau bikin roti sama minum, pas mau pipis airnya jadi merah, trus kerasa kayak keluar darah pas mens gitu, selanjutnya perut dilep hebat dan yang keluar sekarang nggak cuma darah tapi juga gumpalan-gumpalan kecil mirip selaput. Jadi ini efek obat yang dimasukkan ke Mrs. V tadi.

Selanjutnya persiapan sebelum ke RS saya bawa kain buat alas, pembalut night ukuran ekstra, daleman, sama pakai kemeja kancing depan, rok panjang, jilbab instan.
Jam 8 sampai di RS trus registrasi dulu, selanjutnya nunggu sampai masuk ke ruang bersalin, saat itu saya sudah mulai lemas karena perut mules hebat dan cuma bisa duduk sandaran ke suami.

Jam setengah 9 kurang saya diantar ke ruang bersalin, disuruh buka semua baju dan dalaman terus ganti mantel operasi. Setelah itu rebahan di bed yang ada penyangga kaki seperti di film-film kalau ada adegan melahirkan gitu.

Sambil nunggu dokter obgyn dan anastesi. Ada suster (apa bidan ya?) yang datang untuk ngecek ada pembukaan nggak dengan cara masukkan tangannya yang udah dibungkus sarung tangan karet ke Mrs. V, rasanya.... sakit banget, mungkin karena perut saya mules dan semua otot jadi tegang gitu, selanjutnya pasang infus katanya buat masukkan cairan karena saya lagi puasa dan buat bius lewat infus juga, buat saya yang seumur-umur belum pernah opnam jadi agak tegang juga, ditanya suster habis pasang jarum infus ”sakit nggak?” cuma aku jawab ”dikit” rasanya ngilu  gitu dan sampai di mana seminggu setelah jarum infus dilepas, titik bekas jarum ini kalau dipegang masih kerasa ngilunya, apalagi pas barusan dilepas itu rasanya masih ada jarum yang nusuk sampai pulang ke rumah. Selain itu juga dipasang alat deteksi denyut (kalau nggak salah ya), yang ada monitornya disambungkan ke alat mirip jepit jemuran dan dijepitkan ke jempol saya, trus bisa bunyi sesuai denyut nadi saya.

Udah selesai semua alat dipasang, saya dengar susternya telpon dokter dan bagian anastesi. Habis itu saya nanya ke suster masih lama kah, dijawab nanti bu jam 10 sekarang jam setengah 9, fiuh... 1,5 jam lagi buat nunggu operasi. Saya cuma bisa tiduran nahan mules sama jarum infus sambil istighfaran.

Akirnya jam 10 dokternya datang, selanjutnya bagian anastesi mulai menyuntikkan bius ke infus di tangan, kaki saya diangkat ke atas dan diikat di tempat kaki yang udah nyambung sama ranjangnya, dokternya bilang tenang bu, nggak sakit kok. Setelah itu yang saya rasakan ada benda yang dimasukkan ke Mrs. V saya dan selanjutnya nggak ingat dan nggak merasakan apa-apa. Buka mata dikit-dikit, menggerakkan tangan dan kaki dikit-dikit, sambil mengingat-ingat ada kejadian apa barusan.

Pas ada suster lewat saya tanyain, udah selesai kah sus? Sudah bu, masih pusing? Aku cuma bisa ngangguk pelan. Kalau menurut anggota keluarga yang nunggu di luar, dokternya selesai keluar ruang bersalin setelah sekitar 20 menitan.

Nggak lama sayup-sayup dengar suara adzhan dari tempat saya berbaring, oh ternyata saya nggak sadarnya juga nggak terlalu lama. Terus dipanggil lah Bang Il ke dalam ruang bersalin. Pas lihat suami rasanya udah nggak bisa nahan perasaan dan mulai kerasa air mata mengalir sambil dihusap dengan tangan suami. Sempat bercanda juga sih trus habis itu suami pamit mau sholat Dhuhur dan saya istirahat lagi masih di dalam ruang bersalin sampai jam 4 sore saya baru boleh pulang. Seminggu kemudian control lagi ke dokter dan USG perut katanya sudah bersih, masih ngeflek dikit-dikit, katanya normal sampai menstruasi dua minggu kemudian.

Update saya mulai mens lagi tepat 1 bulan setelah kuret dilakukan.

Dan Life must go on.

Monday, December 7, 2015

Journey to Pregnancy

Sudah hampir dua tahun sejak saya menikah dengan suami, tapi masih belum diberi kepercayaan dari Yang Kuasa untuk mempunyai keturunan, awalnya sih saya santai aja, maklum jarak waktu pacaran sama menikah juga terbilang cepat. Lagian teman-teman dekat saya yang sudah menikah juga kebetulan punya anaknya juga jangka waktunya rata-rata lebih dari setahun.
Waktu itu juga di rumah orang tua masih ada ponakan yang balita, jadi lumayan buat ngelatih momong anak. Sampai pada suatu waktu ponakan saya kembali ke asalnya di luar pulau, saya jadi merasa lumayan kehilangan, trus akhirnya rundingan sama suami untuk promil (program hamil).
Kebetulan juga Arum sahabat saya waktu itu baru berhasil promil dan merekomendasikan dr. Fredy di RSIA Lombok Surabaya. Bulan Agustus 2015 kami memulai promil, saya di USG dinyatakan sehat, hasil tes lab suami juga dinyatakan sehat, periode bulanan saya juga lancar & teratur, selanjutnya cuma konsumsi Folavit 400 (asam folat) dan Santa E (vitamin E) sehari sekali, kalau bulan depan saya masih mens pada hari pertama/kedua disuruh balik control.

Akhirnya pertengahan September saya kedatangan tamu, tapi ternyata waktu itu dokternya cuti (yaelaahh... dok). Saran Arum coba WA (whatsapp) aja dokternya biasanya di balas. Selanjutnya saya turuti saran Arum, di balas lah wa saya dengan saran konsumsi profertil sekali sehari selama lima hari mulai dari hari ke dua menstruasi. Seharusnya seminggu setelah menstruasi hari terakhir saya usg untuk melihat dampak profertil tersebut apakah bekerja atau tidak. Nah, fungsi profertil ini untuk merangsang ke dua telur agar subur. Kalau kata dokter secara alamiah telur akan matang bergantian, jadi kalau bulan ini yang matang sebelah kanan, maka bulan depan sebelah kiri dst. Jadi ada kemungkinan sperma nyasar ke telur yang tidak matang, sehingga dengan profertil ini diharapkan telur matang dua-duanya dan sperma dapat membuahi telur yang matang tersebut, dalam hal ini bisa jadi sperma membuahi ke dua telur yang matang itu tadi sehingga yang terjadi adalah ... Voila, anak kembar!

Karena dokter sedang cuti jadi saya rasa bulan September promil kurang optimal sehingga bulan Oktober masih kedatangan tamu, kali ini sama seperti sebelumnya dengan mengkonsumsi profertil di mens hari ke-dua selama lima hari terus seminggu setelah mens terakhir saya kembali control ke dokter untuk di cek apakah ke dua telur matang, well alhamdulillah baik semua sesuai rencana, selanjutnya ya disuruh rutin berhubungan.

Di bulan Oktober saya mulai telat mens, test pack juga hasilnya positif, akhirnya control ke dokter dinyatakan hamil empat minggu, pas di usg masih kelihatan kantung aja dan disuruh kembali lagi dua minggu berikutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Waktu tahu rasanya hamil ya senang campur deg-degan karena kata dokter masih banyak kemungkinan terjadi selama belum terdengar detak jantung dan embrio belum kelihatan, tapi kok saya merasa nggak morning sickness dan 3L (lemah, letih, lesu) seperti teman-teman di kantor saya kalau lagi hamil muda. Memang saya mual, tapi biasanya sore hari dan nggak sampai banyak keluar muntah, cuma huwek..huwek aja, browsing-browsing katanya harus waspada karena bisa jadi ada gangguan di janin, tapi dari teman yang sedang hamil enam bulan juga katanya dia nggak pake mual. Ya sudahlah...

Dua minggu kemudian saya periksa lagi, awalnya usg lewat perut, sampai dokter agak menekan perut saya dibilang gambarnya burek (buram), akhirnya usg trans vaginal, lama dokter memperhatikan monitor sambil geser-geser alatnya, saya yang sedang berbaring sambil mengamati monitor juga udah feeling nggak enak karena saya sendiri juga belum melihat embrionya, akhirnya dokter menyatakan BO (blighted ovum) kalau istilah umum dokter menjelaskan dimana telur ada putihnya tapi nggak ada kuningnya, jadi semacam telur yang nggak ada inti telurnya. Akhirnya dokter ngasih semangat dan menjelaskan kemungkinan penybab-penyebabnya dan menjelaskan macam-macam kasus yang lebih parah, susternya juga ikutan ngasih semangat (favorit deh sama susternya). Keputusan akhir harus kuret, saya minta hari sabtu aja biar jadwal agak longgar. Awal dijelasin dokter saya masih manggut-manggut aja sambil bilang ho... gitu ya dok, ho... gini ya dok. Pulang ke rumah berkaca-kaca aja, besoknya baru kerasa tuh.. tiap abis sholat pasti sesenggukan. Tapi cuma dua hari aja kok, mulai merenung mungkin saya kurang berbuat baik dsb sambil positive thinking.