Friday, October 14, 2016

29W : Hunting Senam Hamil

Mood saya untuk menulis di blog memang sedang turun, salah satu penyebabnya adalah... entah kenapa waktu saya mau merapikan blog dengan menyamakan font, tiba-tiba salah satu postingan saya tentang art & paint ketumpuk oleh postingan lain dan menyebabkan postingan itu kehapus. Kalau sekarang disuruh nulis lagi sedang nggak minat, gara-gara hamil jadinya nggak sempat melakukan hobby art juga, ya sudahlah ya...

Kabar baru dari saya adalah I'm officially 29 weeks pregnant now! Atau 7 bulan lebihlah.. Gerakan janin lebih heboh dari sebelumnya. Kalau sebelumnya cuma berasa getaran-getaran kecil, sekarang sudah mulai berasa tendangan dan sikutan kecil yang bikin saya jadi geli-geli gimana gitu. Waktu tidur juga sering kebangun gara-gara beser atau kram di betis.

Karena sudah 7 bulan dan nafas kadang juga mulai terasa pendek-pendek saya mulai olahraga, saran obgyn saya adalah jalan kaki, renang dan senam hamil. Untuk renang saya sudah mulai waktu hamil 6 bulan meskipun belum rutin, tergantung ada yang nganter apa nggak. Untuk jalan pagi. terus terang belum pernah meniatkan diri untuk jalan pagi keluar atau sekitar kompleks aja, karena agak malas nyiapin baju olah raga sama sepatunya, kebetulan t-shirt saya buat olah raga juga sudah banyak yang nggak muat, akhirnya saya ganti dengan sepeda statis yang saya mulai pagi ini (baru sehari bangga :p). Kebetulan di rumah ada sepeda statis, jadinya pagi-pagi bisa sepedaan masih pakai piyama sambil pakai headset dengar musik dari HP. Lumayanlah jadi nggak berasa capek. Untuk sepeda statis sendiri tergolong olahraga yang aman untuk ibu hamil, karena minimnya resiko terjatuh bila dibandingkan dengan bersepeda di jalan.

Untuk senam hamil ini baru akan saya mulai besok, setelah telepon beberapa Rumah Sakit yang sekiranya mudah dijangkau oleh saya dan di Surabaya ini yang menyediakan kelas senam hamil, maka ini hasilnya :

1. RSIA Kendangsari
Rumah Sakit ini direkomendasikan beberapa teman saya yang saat ini sudah melahirkan, sayangnya waktu saya telpon sudah penuh, bilangnya bisa daftar kalau ada yang kosong, nah.. bagaimna saya bisa tahu kalau ada yang kosong? Mungkin kita harus rajin-rajin nelpon.

Jadwal : Rabu, Sabtu & Minggu jam 9 pagi
Biaya : 30.000/1x sesi atau 100.000/4x sesi, daftar dulu via telpon.

2. RSIA Putri
Waktu saya telpon yang angkat telpon ramah banget, ups.. fokus. Di sini untuk daftar nggak perlu telpon dulu, langsung datang aja sebelum jadwal senam, tapi baca-baca review kalau telat daftar dan kuota penuh ya goodbye

Jadwal : Sabtu jam 10.30
Biaya : 25.000/1x sesi, langsung datang tidak perlu telpon

3. RSIA Lombok Dua Dua (Jl. Flores)
Untuk RSIA Lombok ada dua lokasi, Jl. Lontar & Jl. Flores tapi karena Jl. Lontar jauh banget dari rumah saya, saya cuma telpon yang di Flores.

Jadwal : Minggu jam 8 & jam 11
Biaya : 30.000/1x sesi, daftar dulu via telpon

4. RS Husada Utama
RS ini sebenarnya dekat sekali sama rumah saya, karena itu saya coba telpon, dan ini rinciannya :
Jadwal : Sabtu jam 8 pagi
Biaya : 40.000/1x sesi, langsung datang ke lt. 4

Untuk tiap Rumah Sakit mungkin beda-beda ya metode dan fasilitas yang didapat, saya sendiri belum tahu. Rumah Sakit mana yang akan saya pilih untuk senam hamil? Atau haruskah saya coba satu persatu?
Tunggu postingan saya selanjutnya.

To be continued...




Thursday, August 25, 2016

Tiga Dara (Hasil Restorasi) : Review



Mengisahkan tiga kakak beradik perempuan yang tinggal bersama Nenek dan Ayah mereka. Kakak tertua (Nunung) baru saja genap umurnya 29 tahun yang membuat si Nenek begitu bimbang, umur hampir tiga puluh tetapi belum juga menemukan jodohnya. Sifatnya yang tidak mudah bergaul dengan lelaki sungguhlah bertolak belakang dengan adik-adiknya (Nana dan Nenny).
Si Ayah tidak ambil peduli karana kesebukannya, tetapi dengan ancaman dan permintaan terakhir si Nenek sebelum ajalnya sampai, terpaksa dia mengambil tindakan dan berusaha mencarikan jodoh untuk Nunung. Sayangnya, perangai Nunung yang tidak peramah membuatnya sukar diterima dikalangan teman-teman lelaki Nana dan Nenny.

Suatu hari ketika sedang berjalan di pasar, Nunung tertabrak sepeda motor yang dikendarai oleh seorang pemuda bernama Toto. Nunung yang kesal tak henti memaki, Toto yang menawarkan untuk menghantar pulang sebagai usahanya memohon maafpun ditolaknya.

Tidak mengalah, Toto mengikuti Nunung yang menaiki becak pulang ke rumahnya untuk datang kembali keesokan harinya meminta maaf dengan berbekalkan bunga. Namun Nunung masih tidak menerima justru menolak kehadiran Toto dengan kasar.

Nana melihat Toto sebagai pemuda yang berwibawa, jatuh hati sejak pertama kali bertemu, ia pun berusaha mendekatinya. Toto kemudian rapat dengan Nana yang mana ini membuat Nunung cemburu. Bagaimanapun, rasa ego Nunung lebih tinggi dibandingkan dengan sukanya dia kepada Toto.

Toto yang masih mengharapkan Nunung, coba mendekati Nunung melalui Nana. Namun karana keakraban Toto dengan Nana, hingga membawa terjadinya pertunangan.

Si Nenek begitu terkejut dan menolak pertunangan tersebut. Menurutnya, jika Nana kahwin dulu dari Nunung, Nunung akan jadi perawan tua seumur hidup. Nana begitu marah pada Nunung, dan ini menyebabkan drama yang menarik dalam kisa persaudaraan mereka.



Itulah kutipan sinopsis film Tiga Dara yang saya copas dari situs cineplex 21. Kebetulan sekitar dua minggu lalu saya berkesempatan nonton filmnya, cuma belum sempat posting di blog ini.

Kalau nggak salah film ini sempat diputar di salah satu stasiun TV swasta tahun 90 akhir atau awal 2000 an, saya agak lupa. Yang saya ingat waktu pulang sekolah siang-siang saya nonton sama mama tapi sekarang juga sudah lupa sama ceritanya.

Dan akhirnya sekarang ada kesempatan buat nonton lagi, malah bukan di TV tapi di bioskop hasil restorasi dari roll film yang sudah lama dan usang. Ini adalah hasil kerja keras dari kru restorasi film tersebut yang telah "menyelamatkan" gulungan film sehingga film yang diproduksi 64 tahun lalu bisa dinikmati saat ini.

Awalnya saya memang nggak terlalu antusias nonton filmnya, cuma mau nemenin mama aja yang sudah ngasih "kode" waktu iklannya muncul di TV, tapi ternyata... saya dan kakak saya (yang juga ikut menemani) setelah nonton film tersebut sangat menikmatinya.

Terbukti film karya sutradara Usmar Ismail ini klasik & everlasting, meskipun film ini diproduksi pada tahun 1952, dimana Indonesia belum genap sepuluh tahun merdeka tapi permasalahan & konflik yang disuguhkan masih sering ditemui di zaman sekarang (termasuk di keluarga saya).

Selain itu kita bisa tahu budaya "kekinian" pada masa itu, seperti digambarkan pesta atau kumpul-kumpulnya anak muda waktu itu mulai dari menari tarian melayu lengkap dengan orkes pengiringnya sampai dansa yang lebih modern layaknya film barat.

Yang membuat saya tertarik adalah aktor dan aktrisnya. Dari semua nama yang paling saya ingat dan tahu cuma Mieke Widjaja yang ternyata waktu muda cantiiiiikkkkkk... banget, yang nggak kalah cantik ada Indriati Iskak dengan wajah blasteran dan Chitra Dewi dengan wajah ayu Indonesianya.

Saya kira bioskop akan di isi kebanyakan oleh warga senior/sepuh yang berniat nostalgia, tapi ternyata nggak juga tuh. Untuk penayangannya yang saya tahu ada di beberapa kota besar di Indonesia. Di Surabaya hanya diputar di XXI Ciputra World, untuk info pemutarannya bisa dicek langsung aja ke sitenya di 21cineplex.com

Semoga akan ada film-film klasik Indonesia berkualitas lainnya yang akan diputar di boskop.
 

Monday, August 15, 2016

Half way to go

Maksud dari half way to go dari judul di atas adalah tentunya dari My Pregnancy Journey, half way lebih sih sebenarnya... Baru control ke obgyn dan USG. Alhamdulillah semuanya normal. Waktu periksa kemarin janin di kandungan udah berusia 20 minggu dan HPL nya sekitar akhir tahun.. Amiinn

Let me share a little about my obgyn. Jadi ini kunjungan ke dua ku ke dr. Dewi Arofah di RSI Jemursari. So far aku merasa nyaman sama dr. Dewi, semuanya dijelasin kalau pas sedang USG, mulai dari ukuran panjang janinku saat ini dan dijelasin juga ukuran normalnya berapa, perhitungan detak jantung janin, lingkar kepala, berat, tulang & organ dalam yang telah terbentuk, panca indera, anggota tubuh, berat badan yang harus dicapai pada bulan berikutnya, dan lainnya, komplit dah pokoknya. Tapi nggak terkesan cerewet, dr. Dewi kalau sedang menjelaskan tone suaranya lemah lembut, jadi adem deh hehehe.. dan nggak terkesan terburu-buru juga.

Sekilas perkembangan di trimester ke-tiga ini adalah :
1. Perubahan fisik yang drastis
Beberapa baju dan celana mulai nggak muat, mau belanja baju hamil tapi rada males keluar rumah, mungkin harus bongkar-bongkar lemari mama siapa tahu ada baju besar yang bisa dimanfaatkan, hehehe
Ini juga satu kantor kayaknya udah mulai tahu, soalnya aku juga udah mulai nggak pakai seragam lagi karena udah nggak muat terutama di bagian perut. Terus aku kerja pakai baju apa dong? baju hamil? Nggak juga sih, aku masih pakai beberapa kemejaku yang msih muat dan layak buat dipakai kerja, untungnya selama ini aku lebih suka beli kemeja yang loose/longgar, jadi di usia kandungan 5 bulan ini sementara masih aman lah.

2. Berkurangnya rasa mual
Rasa mual dan muntah memang jauuuuhhhhh berkurang, alhamdulillah juga udah nggak pernah sampai jackpot lagi, tapi ada kalanya di saat saya merasa lapar atau kekenyangan maka rasa mual itu muncul lagi, jadi harus pintar-pintar ngatur pola makan.

3. Tidak bisa mengontrol pipis
Ini sering dialami sama ibu hamil, akibat kandung kemih yang mulai terdesak oleh rahim menyebabkan kadar air kencing yang bisa ditampung jadi berkurang, akibatnya dikit-dikit jadi kebelet pipis, meskipun yang keluar hanya sedikit. Aku sendiri merasakan itu, apalagi saat aku batuk, bersin, atau muntah sering keluar nggak terkontrol, jadinya kalau keluar rumah harus siap-siap celana dalam bersih.

4. Hidung Tersumbat
Mungkin beda-beda ya anatara bumil satu dan lainnya tapi sejak memasuki trimester ke dua ini jadi sering flu dan hidung tersumbat, sempat dikasih obat fluimucyl yang aku minum 3 hari, udah enakan tapi karena harus bolak balik ke rumah sakit karena waktu itu mama saya sempat opnam untuk pengobatan jadinya hidung tersumbat kambuh lagi.

Sepertinya baru itu aja sih yang aku rasain, oiya selain itu perut juga terasa kaku, mungkin karena ketarik akibat berkembangnya janin.
Untuk pregnancy picture belum ada, karena jadi malas & kurang suka difoto.

Monday, August 1, 2016

Sabtu (terakhir) Bersama Bapak

Saya belum pernah membaca novel Sabtu Bersama Bapak karangan Aditya Mulya, menonton filmnya juga belum. Sebenarnya libur lebaran lalu ada keinginan untuk pergi ke bioskop dan menonton filmnya, tapi karena jadwal unjung-unjung sanak saudara yang padat serta perasaan mual karena hamil muda membuat saya menyampingkan keinginan saya. Dan pada akhirnya takdir menuliskan untuk saya cerita lain yaitu Sabtu (terakhir) Bersama Bapak.

Sabtu sore tanggal 23 Juli 2016, saya melangkahkan kaki saya dengan berhati-hati di atas tanah basah, melewati nisan demi nisan milik penghuni makam yang sudah mendahului. Dengan perut yang mulai membesar, mata merah dan basah, saya mencoba untuk tegar dan tenang karena saya ingin mengantarkan bapak untuk terakhir kalinya di peristirahatannya, setelah bapak menunaikan kewajibannya mengantarkan saya sekolah jenjang demi jenjang, hingga yang terakhir mengantarkan saya di pelaminan kepada pria yang menjadi suami saya saat ini. Saat saya sendiri ragu, beliau yang memantapkan hati saya.

Terima kasih untuk semua kerja keras, pengorbanan, dan dedikasimu untuk keluarga. Terima kasih telah mengizinkan anak-anakmu untuk merawatmu di detik-detik terakhir hidupmu. Maafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan kami. Semoga engkau bahagia di tempat barumu. I love you and proud to be your daughter.

Friday, July 15, 2016

16 weeks and still counting

Assalamualaikum...
Akhirnya saya memaksakan diri saya untuk menulis, padahal sebenarnya banyak hal yang mau diceritakan tapi karena saya sedang masa all day sickness jadi nggak mood ngapa-ngapain. Yep, I'm pregnant... 16 weeks now and still counting. Kenapa "all day sickness" karena saya merasa mual nggak cuma pagi , tapi juga siang, sore, malam, terutama saya merasa parah-parahnya mual seringnya waktu sore hari. Jadi lebih cocok dinamakan All Day Sickness ya...

Setelah pengalaman kurang menyenangkan kemarin (baca disini), sama obgyn saya setelah 3 bulan kalau belum hamil dan ingin promil lagi disuruh balik, tapi karena saya malas & lelah, saya tunda dulu, alhamdulillah 5 bulan kemudian bisa alami.

Untuk kehamilan sekarang memang beda dengan kehamilan sebelumnya, kalau dulu nggak terlalu merasakan mual, sekarang... sering, jackpot juga kadang. Mungkin kondisi kehamilan dulu yang BO, kalau sekarang, alhamdulillah di usia kehamilan 6 minggu udah kedengaran detak jantung janin. Dulu saya masih doyan makan apa aja, sekarang saya suka eneg sama makanan berlemak, tahu, susu, sayur tertentu, dan mie ayam. Yep, my all time favorite food adalah mie ayam dan entah kenapa saya sekarang nggak doyan. Kadang pas makan nggak mual tapi setengah jam kemudian bisa lari ke kamar mandi.
Sempat minta obat anti mual sama obgyn tapi setelah minum obat itu, rasanya kepala jadi berat banget dan bisa langsung pules tidur. Malah pernah saya minum waktu libur pas sahur setelah itu seharian saya tidur, jadinya jarang banget saya minumnya

Selain itu saya juga lebih berhati-hati menceritakan kehamilan saya pada orang lain, sebenarnya termasuk keluarga di rumah, maksud saya ceritanya kalau udah jelas ada detak jantungnya aja tapi udah kecium duluan kayaknya. Di kantor sendiri hanya segelintir orang yang tahu, pikir saya sih kalau di kantor mah nggak usah dikasih tau ntar juga tau-tau sendiri.

Untuk kehamilan sekarang saya juga menjalankan puasa Ramadhan, awalnya sempat ragu mau puasa atau nggak, tapi setelah konsultasi dokter dan nanya-nanya ke teman-teman, bismillah saya puasa. Tapi tetap nggak saya paksakan, kalau di awal udah merasa nggak enak dan muntah-muntah ya nggak saya lanjutin puasanya. Alhamdulillah cuma bolong 3 hari.

Kali ini saya juga bersyukur karena lebaran nggak perlu mudik, suami juga begitu, jadinya kita unjung-unjung dalam kota aja. Sebelumnya saya pengen banget ngerasain mudik, waktu kecil masih sering mudik ke Malang sama Madiun, tapi karena sekarang papa yang tertua jadi saudara Malang yang datang ke Surabaya, sedangkan di Madiun kebanyakan sudah pada pindah ke Surabaya. Tapi meskipun nggak mudik, ternyata capek juga sampai flu dan batuk, mungkin selain kecapekan juga kurang jaga makanan, well in Raya Day every foods and beverages is so tempting right?

Banyak dengar cerita dari teman-teman tentang resiko puasa saat hamil, apalagi bisa dibilang usia kandungan saya masih baru masuk trimester pertama, mulai dari dehidrasi, kekurangan nutrisi, sampai air ketuban kering. Memang ada kekhawatiran, soalnya saya merasa susah minum air putih apalagi susu, cuma saya harus pintar-pintar ngaturnya seperti bawa tumbler kemana-mana termasuk di rumah, jadi kalau dirasa mulut agak enakan bisa langsung minum. Memperbanyak buah, terutama buah berair karena menurut saya jadi tambah seger. Dan kalau susah minum susu bisa konsumsi produk olahannya seperti keju atau es krim.

Dan setelah lebaran mulai periksa kandungan lagi, alhamdulillah sejauh ini kata dokter semua sehat dan baik. Usia janin udah masuk 16 minggu, air ketuban cukup, berat normal, detak jantung juga normal & teratur, malah waktu itu sempat lihat tangannya gerak-gerak. Masya Allah... rasanya antara senang, terharu, gimana gitu. Semoga bisa terus menjaga titipan dari Allah ini hingga lahir dengan sehat & selamat. Amiinn...

Monday, May 9, 2016

Meiso Reflexology dari Samsung Galaxy Gift

Dua minggu lalu, saya dapat voucher dari Samsung Galaxy Gift. Bagi pengguna hp & tab Samsung Galaxy terutama untuk tipe baru pasti sudah nggak asing lagi sama Galaxy Gift ini, tapi saya tidak akan bahas itu sekarang, mungkin suatu saat di postingan tersendiri. Intinya saya baru dapat voucher Meiso Reflexology dari Samsung Galaxy Gift. Awalnya saya sendiri belum pernah dengar Meiso, tapi karena saya sudah lama nggak pijat dan melihat foto promo ada dua orang wanita cantik tersenyum bahagia, nggak ada salahnya kan nyoba gratisan...
Gambar promo Meiso Reflexology dari Galaxy Gift


Saya sebenarnya termasuk penggemar pijat, waktu kecil saya sering sih dipijat oleh seorang nenek tukang pijat langganan keluarga, tapi untuk reflexy saya belum pernah. Yang pernah saya coba akhir-akhir ini ya pijat alternatif waktu kaki saya terkilir, hehehe.. Kalau itu mah pijat sakit jejeritan ya...


Untuk lokasi Meiso terdekat dari rumah saya ada di Tunjungan Plaza 4 lt. 4, bagus lah bisa sekalian cuci mata. Saya telpon dulu booking untuk jam 1 siang, ternyata sampai sana masih sepi. Masuk ke counter disambut pencahayaan remang-remang dengan alunan musik yang cocok banget buat relaksasi, tapi jangan salah dengan remang-remang ya, aku mikirnya sih kalau penerangannya lebih terang lagi, bakal kelihatan banget dari luar secara counternya pintu kaca yang kelihatan dari luar, lagipula kalau terlalu terang malah kurang rileks.


Buat yang berhijab seperti saya juga nggak perlu khawatir, karena terapisnya bisa milih perempuan dan yang dipijat juga nggak perlu buka baju meskipun kita minta dipijat full body, iya full body. Awalnya saya pikir reflexy itu hanya untuk kaki saja, ternyata ditawarin sama terapisnya untuk pijat full body. Ya, saya nggak nolak lah...


Untuk perawatan bisa milih durasi ; 1 jam, 1.5 jam, dan 2 jam. Karena voucher gratisan saya untuk durasi 1 jam ya pilih yang 1 jam, lagipula saya rasa udah cukup ya refleksi 1 jam. Perawatan diawali dengan kaki saya direndam di bak air hangat selama kurang lebih 1 menit, trus mulai dipijat telapak kaki saya, waktu mijat sempat dikasih bedak talc, enak sih jadinya nggak lengket seperti kalau pakai minyak atau lotion. Terus lanjut ke bagian tangan, waktu itu jadi ingat kalau creambath di salon biasanya juga dipijat bagian tangan sama bahu, tapi karena saya sudah lama nggak creambath di salon karena takut rambut malah rontok jadinya saya senang-senang aja dipijat di bagian situ.


Setelah dari tangan lanjut ke punggung, waktu pijat punggung, kursi nya bisa diatur posisi sandarannya jadi rata, semacam kursi malas yang di pinggir pantai atau kolam renang untuk berjemur, tapi ini empuk dan nyaman banget. Jadi saya pijat dengan posisi telungkup, dan terakhir saya posisi duduk dipijat kepalanya. Last but not least saya ditawarin secangkir jahe hangat dan lagi-lagi saya nggak nolak. *Nyengir kuda



Posisi-posisi saya waktu lagi dipijat, serasa di surga....

Saya sendiri kalau dipijat nggak suka yang terlalu keras dan sebagai orang awam yang belum pernah pijat refleksi sebelumnya, menurut saya refleksi di Meiso ini enak banget, ditambah pelayanan  jahe hangatnya, apalagi gratisan dari Samsung Galaxy Gift.

Thursday, March 31, 2016

Join Basic Decoupage Workshop


Jadi ceritanya saya lagi hobi ikutan workshop art & craft, mulai dari nyobain melukis cat air, beli mesin jahit (tapi sampai sekarang masih dianggurin, heve u any idea where should I start?) sampai waktu itu nggak sengaja buka instagram salah satu cafe yang akan mengadakan Decoupage Workshop. Apakah decoupage itu? Lebih lanjut bisa di klik disini. Saat itu pengetahuanku sebagai orang awam tentang decoupage hanya sebatas seni menempel dari Prancis. Beberapa kali juga sudah pernah lihat ads workshop decoupage yang biasanya medianya berupa perabotan seperti telenan, jam dinding, botol, dll. Cuma... ads yang satu ini menarik hatiku karena di pic nya menggunakan media clutch anyaman pandan yang cantik menik-menik, pikirku sih media berupa clutch ini bagus banget, kenapa...? Karena kalau clutch kan bisa di bawa dan dipamerkan secara langsung ke banyak orang yang melihat kita, beda dengan perabot-perabot seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kemungkinan untuk dipamerkan secara langsung hanya pada saat ada tamu berkunjung ke rumah kita  (mana mungkin kita bawa telenan ke luar rumah?)


taken from Libreria Eatery IG
Akhirnya saya daftar berdua sama kakak saya. Dengan biaya 350 ribu rupiah kita mendapatkan bahan & peralatan komplit plus pouch cantik dan paket makan siang. Pas awal datang langsung kepincut sama penataan meja yang super cute and sooo girly. Ada celemek, cangkir kaleng jadul buat wadah lem sama gelas kaleng buat wadah finisher. Untuk tutor workshop decoupage ini adalah Kak Ika Salim, seorang crafter, wanita karier, dan ibu rumah tangga. Salut banget karena bisa bagi waktu dan menekuni hobby yang bisa menghasilkan keuntungan.


taken from Libreria Eatery IG


taken from Libreria Eatery IG
Jadi sebelum workshop dimulai kita disuruh pilih model tas dan motif kertas tisu. Yup, decoupage ini ternyata menggunakan kertas tisu atau biasa lebih dikenal tisu napkin, aku pikir pakai kertas khusus. Pada dasarnya semua tisu napkin yang ada gambarnya bisa digunakan, tetapi untuk clutch ini tentu motifnya yang cantik-cantik (sampai galau pas milih). Yang aku pilih adalah clutch polos dengan kertas tisu motif mawar yang kalem & sweet. Untuk pemilihan kertas tisu ini memang gampang-gampang susah, kalau bisa pemula ini cari motif yang tidak susah buat dipotong dan ditempel karena ada resiko keriput, sobek, dll. Cuma kalau udah biasa pasti bisa.


Bahan-bahan yang diperlukan :

1. Kertas Tisu bermotif
2. Media untuk ditempelkan (bisa perabot yang saya sebut di atas/tas)
3. Gunting bengkok (bencong)
4. Kuas untuk lem
5. Lem (lemnya harus cair, kalau pas workshop menggunakan lem khusus)
6. Finisher (teksturnya seperti lem tapi lebih encer lagi)


Cara Pembuatan :
1. Gunting kertas tisu tepat pada garis motif yang akan ditempel, lalu tarik lapisan tisu hingga tinggal 1 lapisan saja.
2. Lem media yang akan digunakan menggunakan kuas.
3. Tempelkan kertas tisu yang sudah digunting tadi. Nempelnya pelan-pelan ya, biar rapi dan nggak robek
4. Baurkan lem ke atas tisu yang sudah ditempel menggunakan kuas.
5. Selanjutnya ke proses pengeringan. Menurut Kak Ika Salim, pengeringan paling baik menggunakan sinar matahari, tapi bisa juga menggunakan hot dryer atau hair dryer.
6. Ulangi proses 4 & 5 sampai dirasa sudah rapi.
7. Finishing tisu yang sudah ditempel tadi menggunakan kuas.
8. Ulangi proses 5 & 7


Hasil kreasi kita bisa dibawa pulang lho...


Sebenarnya nggak ada yang benar dan salah dalam art & craft, cuma dituntut rapi & hati-hati agar hasilnya juga bagus. Ternyata menggunakan media anyaman pandan ini juga membantu untuk pemula karena teksturnya yang nggak rata jadi bisa menyamarkan bagian-bagian yang kurang rapi waktu proses menempel tadi.

Intinya this workshop was worth every pennies for me, selain itu juga banyak dapat kenalan baru. Semoga bisa ikut lagi di workshop selanjutnya. #marikitanabung

Berikut hasil kreasi para peserta (gambar diambil dari facebook penyelenggara event, Mbak Tary)